perasaan-dan-pikiran-suka-berubah-secara-tiba-tiba-dalam-keadaan-sadar

Tanya KonselorCategory: Psikologiperasaan-dan-pikiran-suka-berubah-secara-tiba-tiba-dalam-keadaan-sadar
ILLEGURL asked 2 weeks ago . Client detail : female, 16-18 y.o

Aku punya banyak tekanan, aku merasa hidupku udah lebih dari definisi kata “bermasalah” lagi. Aku kosong, ga punya tempat mengeluh. Aku sendiri. Betul memang aku masih ada keluarga, masih tinggal sama orang tua, tapi aku merasa kosong. Mereka cuma punya andil membiayai, mengatur, dan sedikit merawat? knapa sedikit, karena semua sakitku itu ya aku sendiri yang tanggung, mereka ga pernah mau tau.
Bicara ke ranah pertemanan, sama hasilnya juga begitu. Aku kosong walaupun punya 1 atau 2 karib.
Aku tipe yang bersedia buat orang lain kapan aja, tapi orang lain ga gitu ke aku. Disitu aku merasa kecewa.

1 Answers
faradilah Hanum Staff answered 4 days ago

Hi, setiap orang pernah berada di fase kesendirian, seolah beban hidup yang dimiliki tidak oernah selesai. Begitupun kamu, kamu menyadari jika hidupmu memiliki banyak tekanan, maka perhatikanlah pada penyebab tekanan2 yang muncul. masalah selalu ada dan seringkali tidak bisa dihindari sekalipun kita telah melakukan yang terbaik, namun fokuslah pada penyebab masalah tersebut dan lihatlah dari perspektif yang lebih objektif. hindari sikap skeptis dan subjektif dalam melihat permasalahan. Hal ini bertujuan agar kamu bisa melihat masalah yang kamu hadapi menjadi lebih jernih, sehingga penyelesaiannya pun menjadi terarah.
 
Dari yang saya tangkap, kamu menilai penyebab masalahmu lebuh ke eksternal. Namun akan lebih bijak jika kamu juga melakukan evaluasi internal. Artinya bisa jadi penyebab situasi yang tercipta saat ini berasal dari diri kita, entah kadarnya besar atau kecil pasti ada kontribusi kita di dalamnya.
 
bisa jadi, tidak adanya tempat bagimu untuk mengeluh atau berbagi disebabkan karena kamu yang menutup pintu berbagi, dan hanya mengembalikan seluruh emosi dan perasaan kembali pada diri kamu sendiri. Mengeluh memang bukan hal yang baik, namun berbeda dengan berbagi cerita yang bertujuan agar kamu bisa mendapatkan solusi atau setidaknya keadaan yang lebih baik setelah cerita. Seringkali orang lain enggan mendekat pada kita, karena kita sendiri yang menutup kesempatan itu, atau karena kita sendiri yang tidak memberikan kepercayaan pada orang lain untuk masuk di hidup kita. Orang lain, sedejat apapun kamu dengan mereka, tidak bisa tahu persis apa yang ada di hati dan pikiran kamu jika kamu tidak mengungkapkannya sendiri dengan ucapan secara gamblang.
 
terlalu fokus hanya melihat masalah, seringkali membuat kita melupakan hal-hal baik disekitar kita. terlalu memenuhi diri sendiri dengan emosi negatif, akan menghalangi mata dan hati kita dalam melihat hal2 baik yang ada. Perasaan sendiri yang kamu rasakan ,bisa jadi karena kamu yang menciptakannya. Jangan mendiskreditkan peran orang tua , keluarga , atau sahabat baikmu hanya karena mereka tidak selalu mengerti kamu. bersyukurlah bahwa kamu punya orang yang membiayai mu, bahwa kamu masih punya orang-orang yang bisa kamu panggil ayah, ibu, bahkan sahabat baik. Tidak semua orang punya itu. Kamu mungkin melupakan peran mereka karena begitu besarnya rasa kecewamu pada mereka, sehingga hal-hal baik nampak tak terlihat olehmu. wajar, jika kita sering mengalami banyak kesalahoahaman dengan orang2 terdejat kita, itu artinya kita semakin tahu orang-orang terdekat kita selangkah lebih baik. bukankah kita menaruh harapan untuk tidak dikecewakan hanya pada orang2 yang bagi kita dekat?
 
pahamilah bahwa tidak semua orang bisa memahami kamu, dan kamu tidak bisa menyalahkan mereka atas itu ketika kamu sendiri menutup pintu bagi mereka agar bisa masuk pada hidupmu. jikapun mereka bertindak tidak sesuai dengan yang kamu mau, maka bicarakanlah, jangan dipendam. lalu ketika mereka tetap tidak bisa, maka kamu perlu pahami bahwa kamu tidak bisa mengubah sifat maupun kepribadian orang lain. sama seperti kamu yang ounya sifat sendiri, mereka juga punya. jadi cobalah untuk melihat tidak hanya dari sudut pandangmu. tapi juga orang lain. sehingga kamu menjadi tidak bergantung pada orang lain atas perasaanmu, dan tidak menjadi kecewa karena itu.
 
Semua orang pernah kecewa, dikecewakan atau mengecewakan. Itu hal normal karena rasa kecewa hanyalah bagian dari jalan cerita hidup kita. Oleh sebab itu tak perlu menuntut orang lain.
Jangan pernah merasa kosong! Segala sesuatu terjadi untul sebuah alasan. Tidak ada yang sia-sia atas apa yang terjadi padamu. Apapun yang terjadi tetaplah terus berbuat baik. Ada yang mengatakan bahwa Allah takkan melupakan kebaikan yang kau beri, kesusahan orang lain yang kau atasi, dan mata yang hampir saja menangis lalu kau buat bahagia. Hiduplah di atas prinsip, “Jadilah orang baik, meskipun kau tak diperlakukan baik oleh orang lain.”
-tim tanya konselor-