mulai-menyerah-dan-putus-asa

Tanya KonselorCategory: Psikologimulai-menyerah-dan-putus-asa
dian asked 1 month ago . Client detail : female, 13-16 y.o

halo kak nama saya dian akhir akhir ini saya mulaih malas belajar udah nyerah dan putus asa…… ngk tau knpa semenjak orang tua saya menekan untk dapat nilai bagus dan dapat rengking sya mulai nyerah…. mrka slalu bilang \”klau kamu dpat nilai bgus dan dapt rengking semua keinginanmu saya akan kabulkan\”¬† iya mmg aku slalu bljar tapi lama kelamaan aku cape aku nyerah dan putus asa krn aku slalu berpikir dari A ¬†smpai Z dan itu mmbuatku stress aku jga mikir apakah selebih pentingnya nilai itu dmata org tuaku. orng sukses saja sukses krn usaha mrka bukan nilak bgus….. ap yg harus kulakukn skrang? saya jga butuh dorongan skrang aku butuh dukungan…

1 Answers
faradilah Hanum Staff answered 1 month ago

Hai dian, terimakasih sudah bercerita disini,
Ada hal yang perlu kamu pahami bahwa orang tua selalu mengingkan hal terbaik bagi anaknya, begitupun orang tua kamu. Wajar jika ortumu menginginkan kamu memiliki nilai bagus, karena itu juga untuk masa depan kamu.
Bayangkan saja, untuk masuk sekolah atau bahkan perguruan tinggi yang bagus, tes awalnya adalah nilai sekolah kamu sebelumnya, bahkan jika kamu melamar pekerjaan, nilai sekolahmu sebelumnya adalah yang pertama dilihat. Memang, nilai bukan segalanya, apa2 yang ditulis diraport mungkin tidak menggambarkan wawasan yang sebenarnya,namun bagaimanapun, nilai adalah gerbang awal, baik untuk melanjutkan sekolah maupun mencari pejerjaan. Orang tuamu sadar betul kemyataan itu, makanya mereka menyuruhmu untuk belajar agar nilaimu baik. karena mereka juga memahami, betapa kecilnya kesempatan yang dimiliki oleh mereka yang nilainya rata2 atau kurang baik. Jadi jangan salahkan orangtuamu ya, karena mereka tidak ingin melihat kamu susah kedepannya. Mereka ingin agar kamu punya masa depan yang lebih baik.

Saya mencoba menggarisbawahi tekanan yang kamu dapatkan dalam belajar bisa jadi pemicu Burnout. Istilah Burnout yang mengacu pada keadaan kelelahan belajar atau bekerja. Tekanan terus-menerus dalam kondisi ini seringkali menimbulkan dampak negatif secara fisik dan psikologis. Seseorang yang mengalami burnout akan mengalami kelelahan seperti kurang energi untuk menghadapi hari-harinya, kondisi emosional yang tidak stabil, mudah stress, sulit mencerna informasi, merasa putus asa dan biasanya memberikan respons negatif terhadap orang lain maupun lingkungannya.
Oleh sebab itu, kamu perlu melakukan beberapa hal untuk membuat keadaanmu lebih rileks dan mengatasi setiap persoalannya. Hal sederhana yang bisa kamu coba lakukan antara lain :

1. Kenali dirimu dan moodbooster-mu. Setiap orang termasuk kamu pasti bisa menemukan moodbooster pribadi kamu. Bisa berupa ngopi sama temen, ngefollow akun meme di sosmed, nontonin video stand-up, mendengarkan lagu yang ngebeat sambil menggerakan badan atau apapun itu terserah.

2. Ingat tujuanmu sekolah dan belajar. Saya memahami kekesalan kamu atas tuntutan yang diberikan kepada kamu. Memang, sesuatu yang dilakukan tanpa kehendak sendiri, atau karena paksaan, seringkali tidak berakhir bagus, maka temukanlah tujuanmu sendiri. Temukan keinginanmu, agar kamu ketika menjalani proses belajar, tidak merasakan tekanan batin yang menyiksa. Lakukanlah sesuatu karena dirimu sendiri, bukan karena orang lain, bukan karena orangtuamu.
Pahamilah manfaat belajar rajin dan nilai yang bagus, lalu tentukanlah goal mu kedepan. Misal ingin masuk sekolah X, maka kamu harus punya nilai yang baik agar diterima disekolah tersebut. Buat tujuan jangka panjang serta susunlah hal2 yang harus kamu lakukan mulai dari sekarang agar tujuan atau impian jangka panjangmu terwujud.
Ketika kamu telah memahami apa yang benar-benar ingin kamu capai dan lakukan, maka proses belajar, seberat apapun itu, tidak akan menyiksa batinmu dan akan terus membuatmu selalu belajar karena kamu merasa butuh melakukannya, bukan karena dipaksa oleh orang lain.

3. Buat daftar berisi rencana harian sehingga kamu punya panduan dalam aktivitas setiap harinya. Cicil tugas setiap hari supaya kamu tidak merasa berat. Jangan lupa sisipkan aktivitas yang kamu sukai atau hobi kamu sehingga mengurangi kebosanan. Jika kamu lelah belajar, maka istirahatlah dan lakukan hobimu atau hal-hal yang kamu sukai, setelah merasa lebih baik, maka kamu bisa belajar lagi.

4. Sempatkanlah untuk mengingat bagaimana perjuangan orangtuamu yang bekerja mati-matian agar kamu bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Pahamilah bahwa banyak sekali orang yang sudah lulus, ingin kembali ke sekolah agar mereka bisa memperbaiki nilai mereka, agar mereka bisa rajin belajar dan mempunyai masa depan yang lebih baik. Mumpung kamu masih punya kesempatan jangan sampai menyesal, dan teruslah belajar karena tidak ada ruginya untuk itu.
Mungkin kamu tidak tahu proses bekerja mereka, namun yang perlu kamu tahu, bekerja itu sulit, dimarahi oleh atasan dan pekerjaan yang menumpuk, itu juga bisa membuat orang stress, termasuk orangtuamu. Namun seringkali kamu tidak mengetahui rasa lelah mereka, karena bagi orang tua adalah yang penting anak mereka bisa sekolah dan hidup layak.

Di atas semua hal tersebut, bersyukur atas berbagai hal yang sudah kamu dapatkan merupakan hal yang semestinya lebih baik dilakukan daripada mengeluhkan bebanmu. Saat kamu terpilih untuk memikul beban tersebut, saya yakin kamu pasti bisa memikulnya.
Syukurilah keadaan kamu, termasuk orangtua yang mensupport kamu untuk terus belajar dan mendapat pendidikan. Di luar sana, banyak orangtua yang tidak bisa memberikan kehidupan maupun pendidikan yang layak sepertimu, maka rajinlah belajar, agar rasa lelah mereka mencari uang untukmu tidak sia-sia. Semangat ya…
 
-tim tanya konselor-