Kesalahpahaman

LizzyLuv92 asked 2 months ago . Client detail : female, 25-30 y.o

Hallo perkenalan namaku Elisa,
aku tau tentang curhat online dari google. yang mau aku ceritakan, jadi ini berawal dr obrolan sederhana antara ibu, om, tante aku. Om dan tante aku adalah adiknya Bpk. Langsung ke inti cerita jadi ibuku telfon aku dan dia bilang sesuatu yg kurang enak, kata bbrp org adiknya bp mereka bilang aku ganjen, dan ibu menyampaikan itu dg serius, jd tanggapan akupun serius, emosional dan kesal. Setelah aku tanyakan tante ternyata mereka bercerita dg nada yg bercanda,. Ok jadi ibuku memang berbeda dg ibu yg lain, dlu wkt bayi dia terlahir dan perkembangan dia terlambat, tidak spt bayi pada umumnya jadi eyangku membawa dia kemana2 supaya ia bisa berjalan, dr situ ibu tumbuh kurang sempurna, salah satunya untuk bisa memahami apa yg org sampaikan, dan emosi dia juga sangat tidak stabil, tapi biar bagaimanapun ibuku, sebanyak apapun aku akan terus membela dan dia akan blg ke smua org dia ibu yg terbaik. Yg mau aku tanyakan bagaimana caranya agar aku bisa sampaikan sama ibu spya dia jangan langsung menyampaikan apa yg dia dengar, jadinya aku salah paham, krn ibu menyampaikan itu dg serius, dan bagaimana agar aku bisa mengendalikan emosi agar tidak mudah panas dan emosi, dan lgsg menelpon pihak yg membicarakanku, krn aku lgsg telpon omku yg bersangkutan. Terimakasih sebelumnya dan maaf jika berputar2 ceritanya. God bless you
 
Elisa 🙂

1 Answers
Ria Savitri Staff answered 3 weeks ago

Halo Elisa. Terima kasih sudah mau berbagi cerita dengan kami. Saya paham ketika kita mendengarkan sesuatu yang buruk tentang diri kita dari orang lain, tentu rasanya sedih, marah, kecewa dan kesal. Itu yang kamu rasakan ketika kamu mendengarkan cerita tentang kamu dari Om dan tante yang kamu dengar dari ibu.

Awal yang bagus adalah kamu sudah memahami bahwa menurut kamu, ibu memiliki kekurangan dalam hal komunikasi. Sehingga ketika ibu mendapatkan informasi tertentu, lalu menyampaikannya kepada orang lain dapat beresiko menyebabkan kesalahpahaman.

Ada dua hal yang bisa kita lakukan ketika kita menganalisis suatu masalah. Yang pertama adalah pahami akar permasalahannya sedangkan yang kedua adalah mencari solusinya. Dalam hal ini, kamu sudah bisa mengenali akar permasalahan dari cerita yang kamu sampaikan tadi, yaitu komunikasi ibu yang membuat salah paham dan kamu yang merasa kesulitan mengatur emosi.

Langkah berikutnya adalah kita mencari solusi. Ketika kita mencari solusi ada dua hal yang perlu kita perhatikan yaitu itu faktor eksternal dan faktor internal. Faktor eksternal adalah sesuatu yang ada diluar diri kita dan tidak bisa kita kontrol/kendalikan. Sementara faktor internal adalah diri kita sendiri. Dalam permasalahan yang kamu ceritakan tadi ada tiga pihak yang terlibat, yaitu itu ibu, Om dan tante, serta kamu sendiri.

Om dan tante adalah pihak eksternal atau faktor eksternal. Mereka memberikan penilaian tentang kamu, terlepas penilaian itu betul atau salah. Selama kita hidup di dunia ini kita tidak pernah bisa melepaskan diri dari penilaian orang lain terhadap diri kita. Siapapun yang pernah berinteraksi dengan kita baik secara langsung maupun tidak langsung, pasti akan membuat penilaian tentang diri kita di dalam pikiran mereka. Penilaian tersebut bisa mereka sampaikan atau mereka simpan sendiri.

Om dan tante adalah faktor eksternal yang diluar kendali kita. Tidak bisa kita kontrol. Kita tidak bisa menahan pikiran orang lain untuk tidak menilai diri kita. Yang bisa kita kontrol adalah respon kita terhadap penilaian atau omongan mereka. Selama kita tenang, kita justru bisa memilah-milah penilaian orang lain sbg bahan evaluasi untuk kita. Meskipun pahit, jika ada hal buruk ttg diri kita yg tidak kita sadari namun dapat dilihat orang lain, justru bisa kita perbaiki. Sebaliknya, jika setelah kita evaluasi diri, ternyata penilaian mereka tentang diri kita itu salah, maka respon kita yang tetap tenang adalah yang terbaik. Hal ini menunjukkan kepada mereka bahwa kita bisa dewasa dalam menghadapi omongan orang.

Tips paling ampuh untuk bisa mendengarkan masukan dari orang lain tanpa emosi adalah dengan diam sejenak. Begitu kita mendengarkan penilaian orang lain kepada diri kita maka respon yang pertama harus kita lakukan adalah diam sejenak. Kenapa harus diam dulu? Karena secara alamiah orang itu sebenarnya tidak mau dikoreksi, tidak nyaman disalahkan dan tidak tidak suka diberikan penilaian negatif ataupun buruk. Oleh karena itu reflek yang biasanya muncul pertama kali saat mendengar sesuatu yang buruk tentang kita adalah marah atau tidak terima.

Saat emosi marah masih menguasai diri kita, logika kita akan terhambat sehingga cenderung melakukan hal2 yang kurang dewasa. Nah, dengan kita diam sejenak, kita memberi waktu kepada diri kita untuk menenangkan diri. Ketika kita sudah tenang, kita bisa memikirkan dengan jernih pendapat orang lain tentang kita. Jika benar, bisa jadi bahan perbaikan diri. Jika tidak benar, anggap saja itu ujian untuk kita.

Saran saya, fokus pada hal2 yang bisa kita kontrol, yaitu diri kita sendiri. Bagaimana respon kita terhadap suatu masalah, cara kita mengelola emosi, serta tindakan yang akan kita lakukan. Karena sesungguhnya kita akan kesulitan untuk mengubah sifat atau pembawaan orangtua kita. Orangtua kita sudah puluhan tahun hidup dengan sifat, karakter dan segala kekurangan dan kelebihannya. Tentu akan sangat sulit untuk mengubahnya. Mungkin kita bisa ingatkan orangtua kita dengan hati-hati dan bahasa yang baik. Jangan sampai membuat mereka tersinggung. Tapi kita jangan terlalu mengharapkan/mengharuskan mereka untuk berunah. Nanti malah kita makan hati sendiri kalau ternyata mereka tidak mau atau tidak bisa berubah krn biasanya orgtua lbh sulit menerima kritik dan lbh sulit berubah.

Tetap semangat ya.. Semoga masukan dari kami bisa bermanfaat yaa.. Terima kasih 😁

-Tim tanya konselor-