keluarga-ku-retak

Tanya KonselorCategory: Psikologikeluarga-ku-retak
anonim asked 1 month ago

Aku remaja yg masih kuliah. Dan aku kuliah jauh dari rumah. Malam itu, kakak kandungku mengabari bahwa papa dan mama benaar-benar mengambil keputusan untuk bercerai. papa yang telah memberikan keputusan yang bulat untuk mengakhiri pernikahan mereka. dan mama yang telah memilih lelaki lain sebagai pilihannya. aku sebagai anak tidak bisa berbuat lebih untuk mempertahankan hubungan mereka. Selama mereka terus bertengkar, aku dan kakak kandungku telah berusaha menyatukan mereka. Tapi selalu gagal. Awal keretakan pernikahan mereka karena papaku memiliki seseorang yang lain. ku kira hanya selingkuhannya saja, ternyata ia telah memiliki istri kedua. dan yang sangat tidak masuk akal, ia juga memiliki selingkuhan. jadi ada 2 wanita lain dihidupnya selain mama. Setelah kejadian tsb, mama selalu menangis dan menangis. dan memang pd akhirnya bisa bangkit dan ikhlas. Setelah papa melepas semua wanita itu, (walaupun belum menceraikan istri keduanya) hubngan keluarga kami telah damai kembali. Dan, disaat bisnis milik papa sedang surut. Papa sama sekali tidak memberi uang belanja ke mama. Tapi masih mengirimiu uang untuk biaya hidup di luar kota. Jujur, aku sedikit terbebani saat ingin membeli kebutuhan hidup. Aku jadi lebih memikirkan bagaimana keadaan dirumah, jika aku membeli banyak barang. Dan lambat laun, mama menghadiri acara reuni sd nya. Mama bertemu dengan teman lamanya. Dan disini mama memiliki lelaki lain selain papa. diam-diam ternyata mama memiliki hubungan dengan teman sd yang ia jumpai. Malam itu, papa menegur mama. Dan mama jujur atas semuanya. Papa, mama, kakakku dan adikku langsung pergi untuk berdiskusi dengan keluarga mama. Aku yang masih diluar kota, terkejut mendengar keputusan mereka untuk bercerai. Disini aku bingung, apakah aku harus usaha lagi untuk menyatukan mereka? atau aku pasrah saja atas keputusan mereka? Yang aku bingungkan hanya dimana aku tinggal nanti jika telah selesai kuliah, bagaimana keadaan nanti setelah mereka cerai, dan bagaimana nasib adik kecilku yang gak seharusnya menghadapi hal-hal seperti ini. Aku cuma takut jika mental adikku memburuk dan tersugesst pikiran-pikiran aneh setelah org tua kami bercerai nanti. Dan takut berimbas ke perilakunya. Banyak korban dr anak yang org tuanya berpisah, pergi ke jalan yang tidak benar. Bagaimana memberikan pengertian kepadanya? adikku masih sd kelas 4. terima kasih telah membaca. mohon sarannya untuk ku.