Aku takut sendirian

Tanya KonselorAku takut sendirian
Ayang Twi asked 4 years ago . Client detail : , y.o

Halo,
Izinkan aku untuk bercerita dan aku harap bisa dapat saran atau masukan juga
Usiaku sekarang sudah hampir 23 tahun. Aku punya kebiasaan tidak bisa sendirian dan takut jika sendiri. Tapi hal ini terjadi hanya pada konteks pasangan saja, bukan keluarga.
Mungkin karena aku tau keluarga ku pasti akan selalu ada untukku.
Aku menyadari bahwa ketakutanku akan kesendirian ini terjadi setelah aku memutuskan hubungan dengan pacarku yg terakhir, kami sudah pacaran 4 tahun dan setiap hari dia selalu ada untuk aku. Kami putus karena hubungan toxic kami dan aku bosan dengan dia yang selalu menjanjikan masa depan tapi tidak pernah berubah. Makanya aku mengakhiri hubungan kami.
Setelah putus dengannya, aku mencoba mencari kegiatan lain dan mencoba berkenalan dengan banyak orang melalui aplikasi pertemanan sosial media. Aku lumayan bertemu banyak orang dengan kisaran usia 20-32 tahun. Dan mereka semua laki-laki.
Di antara mereka, aku merasakan kecocokan hanya pada 1 orang. Panggil dia Leo.
Leo itu usianya 26 tahun dan skrg sedang berada di jenjang pendidikan Pascasarjana di universitas negeri. Keren kan?
Banyak sekali yg aku suka darinya. Dia manis dan lembut, baik hati juga.
Baru sekali aku bertemu dengannya, dan aku sangat buruk jika berkomunikasi langsung karena canggung sekali. Tapi dia dengan sikap hangatnya itu bisa membuat nyaman dan suasana tidak canggung lagi.
Sebulan kami dekat, dia tak tanggung-tanggung untuk panggil saya “sayang” dan mengungkapkan kata cinta lainnya. Kami bahkan sudah merencanakan hal-hal apa saja yang akan dilakukan saat nanti bisa bertemu lagi. Kami seperti sudah pacaran, padahal belum ada seucap pun kata “mengajak pacaran” darinya.
Aku ingin kepastian, salahkah aku?
Pokoknya aku dibuat bahagia sejadi-jadinya dengan sikap manis dan romantis dia. Oh iya, dan dia humoris juga.
Tipe idaman semua perempuan ada padanya.
Aku sadar sih, kami baru kenal dan tidak mungkin dia tidak punya hal-hal buruk didirinya. Aku tak munafik. Aku siap menerima itu.
Hanya saja ada satu masalah besar yang tak bisa aku hindari atau ditemukan jalan keluarnya. Kami beda keyakinan.
Sebenarnya, sejak awal berkenalan pun kami belum pernah membicarakan soal keyakinan masing-masing. Ah mungkin untuknya itu hal yg sensitif dan privacy, aku pun menghargai itu.
Aku adalah tipe orang yang banyak bercerita pada orang-orang terdekatku. Maka, aku ceritakan sosok Leo ini pada mereka. Dan aku mendapatkan kritik yg membuatku sedih dari beberapa diantara mereka. Tentu karena perbedaan keyakinan itu.
Aku tau, mereka sayang padaku dan tak ingin aku sedih karena tau masa depan hubunganku dan Leo itu tidak akan pernah ada. Aku hanya mencoba untuk menjadi bahagia, setelah semua yg aku lalui di hubunganku sebelumnya.
Setidaknya aku ingin bertahan beberapa lama lagi dengan Leo apakah salah?
Karena aku tak mau sendirian. Aku takut sendirian.

1 Answers
Mitha Adisty Putri Staff answered 4 months ago

Halo kak, terima kasih sudah berbagi cerita bersama Curhatin. Semoga kabar kamu baik maupun sedang berusaha untuk lebih baik lagi. 
Beberapa tahun lalu, kamu telah berbagi cerita tentang hubunganmu dengan pasangan dan pertemanan. Kondisi baru yang kamu alami yaitu kesendirian, yang pada awalnya memiliki pasangan yang selalu menemanimu.
Pergi dan datangnya seseorang merupakan hal yang tidak dapat diprediksi, siapa dia, kapan datang dan perginya, beserta cerita apa yang akan dibagikan padamu merupakan hal yang berada di luar kontrol mu. Jika saat ini, kamu merasa sedang bertemu dengan orang yang menciptakan rasa aman dan nyaman bagimu, silahkan memaknai pertemuan itu. Jika suatu saat nanti akan berpisah, artinya kamu berusaha untuk mengikhlaskan, seperti kelapangan hati mu ketika menerimanya. Pasti tidak mudah melapangkan hati untuknya, tapi hal itu dapat diusahakan.
Hidupmu harus terus berjalan, ada atau tidaknya orang lain. 
Mari ajak dirimu berbicara, kamu tidak sendirian, teman terdekatmu adalah dirimu sendiri.
Jika kondisi ini semakin sulit dikontrol dan membutuhkan orang lain, kamu boleh banget menghubungi profesional seperti Konselor atau Psikolog terdekat untuk membersamaimu.
Terima kasih ya Kak sudah meluangkan waktu untuk membaca ini, semoga sehat dan baik di sana. Salam hangat, teman Curhatin.